Manajerial

 

1.       Sebutkan 3 dasar Kompetensi Manajerial menurut Katz ?

1)    Kompetensi Konseptual

Peminpin perlu memiliki kompetensi untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian dijabarkan dalam rencana kegiatan untuk diwujudkan. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang konkret itu biasanya disebut dengan proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, kompetensi konseptual juga merupakan kompetensi untuk membuat perencanaan kerja. Kompetensi ini berhubungan dengan kecerdasan, pengalaman, dan kemampuan adaptabilitas peminpin terhadap lingkungan yang penuh dengan perubahan.

2)    Kompetensi Komuniskasi Interpersonal

Untuk menjalin hubungan baik dengan pegawai, yaitu berupa komunikasi interpersonal. Komunikasi yang persuasif harus mampu diciptakan dan dibangun oleh peminpin dalam lingkungan kerja. Melalui komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan bijak, maka hubungan baik antara peminpin dan pegawai dapat dibangun dengan baik. Kompetensi komunikasi interpersonal harus dimiliki peminpin karena ia bekerja dalam lingkungan yang berintegrasi dengan banyak orang dengan level pemahaman dan kepentingan yang berbeda.

3)    Kompetensi Teknis

Kompetensi teknis merupakan kompetensi untuk menjalankan jabatan dan fungsinya dalam organisasi sesuai dengan wewenangnya. Misalnya, kompetensi untuk mengoreksi tugas spesifik yang dilakukan oleh pegawai.

 

2.       Sebutkan 2 kompetensi lainnya yang perlu dimiliki oleh peminpin ?

1)    Kompetensi manajemen waktu

Kompetensi manajemen waktu merupakan kompetensi yang merujuk pada kemampuan peminpin untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana sesuai dengan tugas dan jabatan yang diembannya.

2)    Kompetensi membuat keputusan

Kompetensi membuat keputusan merupakan kompetensi untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Kompetensi ini membutuhkan keberanian menerima resiko sekaligus pengalaman yang baik terhadap upaya dalam menyelesaikan masalah.

 

3.       Sebutkan dasar-dasar pengambilan keputusan menurut G.R. Terry ?

1)      Intuisi

Intuisi merupakan keputusan yang diambil berdasarkan perasaan dan lebih bersifat subjektif, yaitu mudah terkena sugesti, pengaruh luar, dan faktor kejiwaan lain. Sifat subjektif dari keputusan intuitif ini terdapat beberapa keuntungan, yaitu :

a.       Pengambilan keputusan oleh satu pihak sehingga mudah untuk memutusakan.

b.      Keputusan intuitif lebih tepat untuk masalah-masalah yang bersifat kemanusian.

Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi membutuhkan waktu yang singkat. Untuk masalah-masalah yang dampaknya terbatas, pada umumnya pengambilan keputusan yang bersifat intuitif akan memberikan kepuasan. Akan tetapi, pengambilan keputusan ini sulit diukur kebenarannya karena kesulitan mencari pembandingnya karena pengambilan keputusan intuitif hanya diambil oleh satu pihak saja sehingga hal-hal yang lain sering kali diabaikan.

2)      Pengalaman

Pengalaman merupakan salah satu dasar pengambilan keputusan. Pengalaman dapat dijadikan pedoman dalam menyelesaikan masalah. Keputusan yang didasarkan kepada pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis. Pengalaman dan kemampuan untuk memperkirakan apa yang menjadi latar belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya sangat membantu dalam memudahkan penyelesaian masalah.

3)      Fakta

Keputan berdasarkan sejumlah fakta, data, atau informasi yang cukup merupakan keputusan yang baik dan solid, namun untuk mendapatkan informasi yang cukup itu sangat sulit.

4)      Wewenang

Keputan berdasarkan pada wewenang semata akan menimbulkan sifat rutin dan mengasosiakan dengan praktik diktatorial. Keputusan berdasarkan wewenang terkadang oleh pembuat keputan seringkali melewati permasalahan yang seharusnya diselesaikan justru menjadi kabur atau kurang jelas.

5)      Rasional

Keputusan yang bersifat rasional berkaitan dengan kemamfaatan. Masalah-masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan penyelesaian rasional. Keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional lebih bersifat objektif. Dalam masyarakat, keputusan rasional dapat diukur apabila kepuasan optimal masyarakat dapat terlaksana dalam batas-batas nilai masyarakat yang diakui saat itu.

 

4.       Sebutkan proses pengambilan keputusan ?

Menurut Hasan (2004) menyatakan bahawa proses pengambilan keputusan terdiri enam tahap :

1)        Merumuskan atau mengidentifikasi masalah yang merupakan suatu usaha untuk menemukan permasalahan yang sebenarnya.

2)        Mengumpulkan informasi yang relevan merupakan pencarian berbagai faktor yang mungkin terjadi sehingga dapat diketahui penyebab timbulnya masalah.

3)        Mencari alternatif tindakan merupakan pencarian kemungkinan yang dapat ditempuh berdasarkan data dan permasalahan yang ada.

4)        Analisis alternatif tindakan merupakan penganalisisan setiap alternatif menurut kriteria tertentu yang sifatnya kualitatif atau kuantitatif.

5)        Memilih alternatif terbaik yang dilakukan atas kriteria dan skala prioritas terntentu.

6)        Melaksanakan keputusan dan evaluasi hasil merupakan tahap pelaksanaan atau pengambilan tindakan. Umumnya, tindakan ini dituangkan pada rencana tindakan. Evaluasi hasil memberikan masukan atau umpan balik yang berguna untuk memperbaiki suatu keputusan atau mengubah tujuan semula karena telah terjadi berbagai perubahan.

 

5.       Sebutkan metode pengambilan keputusan dalam organisasi ?

Pengambilan keputusan dalam organisasi pada umumnya terdiri dari sejumlah metode. Metode pengambilan keputusan tersebut adalah :

1.       Pengambilan keputusan berdasarkan kewenangan.

Pengambilan keputusan in didasarkan atas kewenangan yang melekat. Biasanya pengambilan keputusan ini diambil tanpa adanya diskusi yang panjang serta dilakukan terkait dengan kepentingan yang mendesak.

2.       Pengambilan keputusan berdasarkan ahli.

Pengambilan keputusan in didasarkan atas masukan dari ahli yang ada. Ahli ini dipercaya karena memiliki sejumlah kompetensi, standar pengakuan tertentu, dan pengalaman yang memadai. Keahliannya tentu saja perlu diakui oleh pegawai karena pengakuan tersebut akan memudahkan bagi ahli dalam memberikan masukan kepada pegawai serta dapat diikuti oleh pegawai dengan segera.

3.       Pengambilan keputusan berdasarkan kesepakatan.

Pengambilan keputusan berdasarkan kesepakatan pada dasarnya dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait dan berkepentingan dengan keputusan tersebut. Dengan demikian, antara peminpin dan pegawai akan saling bersepakat tentang apa yang akan diambil. Metode ini dilakukan terutama jika berkaitan dengan permasalahan yang kritis dan kompleks.

 

6.       Sebutkan kriteria pengambilan Keputusan yang berkualitas ?

Terkait pengambilan keputusan yang berkualitas maka sejumlah kriteria yang perlu dipertimbangkan adalah :

1.       Persepsi

Persepsi individu tentang situasi dan iklim yang ada dalam lingkungan sangat penting. Hal ini berkaitan dengan kepekaan terhadap situasi dan iklim yang mungkin mampu merinci tuhmbuhnya permasalahan.

2.       Pemahaman

Berusaha memahami dengan baik tentang apa yang sedang terjadi sesungguhnya sehingga mampu memberikan gambaran tentang masalah yang dihadapi.

3.       Pendefenisian masalah

Mendefinisikan masalah yang dihadapi untuk diselesaikan sesuai dengan kapasitas dan kepentingan.

4.       Penentuan alternatif.

Menentukan berbagai alternatif yang tersedia untuk diselesaikan sesuai dengan kapasitas dan kepentingan.

5.       Pelaksanaan alternatif

Pelaksanaan laternatif yang telah dipilih berdasarkan alasis yang mendalam akan memeberikan keyakinan yang kuat, ketepatan pilihan yang mampu dipertanggungjawabkan, dan efektivitas tindakan yang dilakukan.

 

7.       Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan.

Terdapat sejumlah yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. Faktor-faktor tersebut menurut G.R Terry (2003)

1.       Pertimbangan Hal berwujud dan tidak berwujud

Hal-hal yang berwujud ataupun yang tidak berwujud, yang emosional ataupun yang rasional perlu dipertimbangkan dalam mengambil keputusan.

2.       Dasar pencapaian tujuan

Setiap keputusan harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan. Setiap keputusan jarang berorientasi pada kepentingan pribadi, tetapi harus lebih mementingkan kepentingan yang lebih besar.

3.       Pembauatan alternatif pilihan

Jarang sekali pilihan yang memuaskan, oleh karena itu buatlah alternatif-alternatif tandingan.

4.       Tindakan mental menuju tindakan fisik

Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental yang kemudian tindakan tersebut harus diubah menjadi tindakan fisik.

5.       Membutuhkan waktu yang cukup lama

Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama.

6.       Pengambilan keputusan yang praktis

7.       Pelembagaan

Setiap keputusan hendaknya dilembagakan agar diketahui keputusan itu benar.

8.       Tindakan permulaan

Setiap keputusan merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan mata rantai berikutnya.

 

Selain faktor tersebut, faktor lain yang mempengaruhi pengambilan keputusan adalah :

a.       Fisik

b.      Emosional

c.       Rasional

d.      Praktikal

e.      Interpersonal

f.        Lingkungan

 

Komentar